Anak Sekolah Menjadi Pecandu Narkoba
03.40 | Author: Ryanda Dwi
70 persen dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, yakni berusia 14 hingga 20 tahun. “Bahkan sudah menyusup ke anak usia SD,” ujar Muchlis Catyo, Kepala Subdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Departemen Pendidikan Nasional kepada wartawan di kantornya, Jumat (30/7).

Data tersebut, menurut Muchlis, merupakan temuan Tim Kelompok Kerja Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba Depdiknas tahun 2004. Data tersebut menunjukkan bahwa angka persentase pengguna telah mencapai 4 persen dari seluruh pelajar Indonesia.

Prediksi lain, menurutnya, bahkan menyebutkan bahwa jumlah siswa sekolah yang terkena narkoba ada 4 hingga 6 juta anak. Angka-angka tersebut, katanya, adalah data yang tercatat. “Bisa dibayangkan berapa pengguna sesungguhnya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Anak sekolah, menurut dia, biasanya mencoba memakai narkoba dengan anggapan narkoba itu keren. “Selain itu di masa remaja yang labil biasanya mereka butuh tempat untuk mencurahkan masalah mereka. Ketika tidak ada, larinya ke narkoba,” papar Muchlis.

Namun, khusus untuk pengguna narkoba di anak usia SD, biasanya diawali karena ketidaksengajaan. Narkoba, jelas dia, biasanya masuk lewat permen, bakso, bahkan melalui obat di rumah sakit ketika mereka harus dirawat.

Berdasarkan hal tersebut, Muchlis menyimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman terhadap kemanusiaan. “Bukan saja di Indonesia, tetapi di seluruh dunia,” tandasnya.

Muchlis mengaku bahwa pihak Depdiknas sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi mesalah ini, seperti lewat lomba poster, workshop, gerak jalan massal, dan piloting project berupa pembinaan khusus di sekolah-sekolah. “Tercatat, tahun ini ada 45 sekolah dari seluruh provinsi yang ikut piloting project,” jelas dia.

Selain pihak Diknas, siswa sekolah sendiri juga ikut berperan dalam menyukseskan gerakan antimadat ini. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya gerakan anti-penyalahgunaan narkoba. Acara ini akan digelar 2-3 Agustus mendatang, dan rencananya akan dibuka oleh Menteri Pendidikan A. Malik Fajar.

Menurut salah satu panitia, Zairiny Zaki Karmiaji, yang membedakan acara ini dengan acara antinarkoba yang lain adalah gerakan ini dicetuskan dan dimulai dari siswa dan untuk siswa. Bentuk acara yang disajikan, kata Zairiny dari SMA Al Azhar BSD, layaknya sebuah demonstrasi. Lebih kurang 50 SMA di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan berpartisipasi dalam acara ini.
|
This entry was posted on 03.40 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: